91 Contoh Konjungsi Temporal

Contoh Konjungsi Temporal

91 Contoh Konjungsi Temporal, pengertian, ciri beserta jenisnya. Berikut daftar isi mengenai konjungsi temporal.


Pengertian Konjungsi

Kata konjungsi memiliki arti sebagai kata hubung. Sehingga segala bentuk dan jenis kata yang berfungsi sebagai penghubung antar kata, antar kalimat, maupun antar paragraf termasuk ke dalam konjungsi.

Beberapa ahli kemudian memaparkan pendapatnya dalam mendefinisikan konjungsi. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Keraf (1991: 116)
    Menurut Keraf (1991: 116) konjungsi memiliki definisi sebagai kata yang menghubungkan kata-kata, bagian-bagian kalimat, atau kalimat-kalimat dalam sebuah wacana.
  2. Abdul Chaer (1990: 140)
    Abdul Chaer (1990: 140) menjelaskan bahwa konjungsi merupakan kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata, klausa dengan klausa, dan kalimat dengan kalimat.

Dari pengertian konjungsi di atas, kata konjungsi dapat diartikan sebagai kata-kata yang berperan dalam menghubungkan antar kata, antar kalimat, maupun antar paragraf.

Penggunaannya tentu saja menjadi hal penting, karena membantu pembaca untuk memahami suatu tulisan atau karangan dengan baik. Tanpa kata penghubung maka makna suatu kalimat dan paragraf bisa menjadi tidak jelas atau bahkan sulit dipahami.

Selain itu, pemilihan kata hubung juga harus tepat, tidak biasa asal memakai kata hubung karena akan mempengaruhi dan merubah makna suatu kalimat atau teks. Sifat ini kemudian membuat kata penghubung lebih dikembangkan menjadi beberapa jenis.

Berdasarkan perilaku sintaksisnya, konjungsi atau kata hubung kemudian dibagi menjadi empat jenis. Yakni konjungsi temporal, konjungsi koordinatif, konjungsi subordinatif, dan konjungsi kausalitas.

Pengertian Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal adalah kata hubung yang berfungsi untuk menyambungkan dua peristiwa berbeda yang berkaitan dengan waktu. Kata konjungsi temporal merupakan kata hubung yang berkaitan dengan waktu.

Kata konjungsi temporal juga berfungsi untuk memperjelas kalimat serta mengurutkan waktu secara kronologis suatu keadaan atau peristiwa tertentu. Dengan adanya kata konjungsi temporal suatu kalimat akan menjadi lebih mudah untuk dipahami.

Misalkan terdapat 2 klausa atau kalimat tidak dihubungkan dengan kata konjungsi, maka kalimat tersebut tidak mudah untuk dipahami maksudnya.

Contoh Konjungsi Temporal:

  1. Siti Makmuroh sedang menyiram bunga kemudian memotong rumput di halaman rumahnya.
  2. Reza mengerjakan PR lalu belajar berhitung

Pada contoh kalimat di atas terdapat kata kojungsi temporal yaitu “kemudian” dan “lalu“. Dari kedua contoh tersebut kita dapat mengetahui bahwa kata konjungsi temporal dapat menghubungkan kalimat secara kronologis suatu peristiwa yang dilakukan oleh subjek (Siti Makmuroh dan Reza).

Melalui kata konjungsi temporal, kalimat tersebut menjadi lebih mudah untuk dipahami. Jika pada kalimat tersebut tidak dihubungkan dengan kata konjungsi, maka akan menjadi kalimat yang tidak padu dan ambigu.

Jenis konjungsi temporal diketahui juga sebagai jenis konjungsi yang paling banyak digunakan. Sebab sangat sesuai untuk setiap pola pengembangan paragraf. Sehingga pembaca pun akan lebih familiar dengan konjungsi ini dibanding dengan konjungsi lain.

Ciri – ciri Konjungsi Temporal

konjungsi jenis temporal juga memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dengan konjungsi jenis lain. Ciri-ciri yang dimilikinya antara lain:

  1. Berfungsi sebagai subjungtif (modus yang menegaskan kemungkinan objektif) dalam suatu kalimat. Penggunaannya akan membuat suatu kalimat memiliki makna yang lengkap, koheren, dan juga mudah untuk dipahami oleh para pembaca.
  2. Konjungsi jenis temporal pada umumnya bisa ditempatkan dimana saja, baik itu di awal kalimat maupun di tengah dan di akhir. Sehingga penempatannya fleksibel selama pemilihan bentuk konjungsinya sesuai dengan makna dari kalimat yang disusun.
  3. Konjungsi jenis temporal juga bisa bertindak sebagai tautan, yakni mengaitkan antara klausa dengan kalimat induk. Sehingga penggunaannya akan membantu pembaca mengetahui hubungan antara klausa dengan kalimat induk tersebut dengan sangat mudah.
  4. Menghubungkan kalimat yang memiliki unsur waktu, sehingga penggunaan konjungsi jenis ini tidak akan bisa digunakan pada kalimat yang tidak memiliki hubungan dari segi waktu.

Fungsi Konjungsi Temporal

Melalui penjelasan mengenai pengertian dan juga ciri-ciri dari konjungsi temporal di atas tentu bisa dipahami apa fungsi dari konjungsi jenis ini. Jadi, fungsi utamanya adalah untuk menghubungkan kata dan kalimat yang memiliki hubungan dalam hal waktu. Penggunaan atau penambahannya akan membuat setiap kalimat saling terhubung.

Sehingga membentuk paragraf yang memaparkan suatu kejadian, peristiwa, maupun proses secara urut dan kronologinya jelas. Hal ini penting untuk memastikan pembaca tidak merasa membaca tulisan yang urutannya acak dan melompat-lompat. Sehingga berfungsi penting dalam menjaga pembaca agar tetap paham tentang tulisan yang dibacanya.

Jenis – jenis Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya sangat familiar digunakan atau ditemukan dalam tulisan. Berikut adalah jenis-jenis tersebut:

1. Konjungsi Temporal Sederajat

Jenis pertama dari konjungsi jenis temporal adalah konjungsi temporal sederajat. Yaitu kata hubung temporal yang digunakan pada kalimat majemuk setara yang menghubungkan kata dan kalimat yang sifatnya setara atau sederajat. Melalui pengertian ini maka bisa diketahui bahwa konjungsi ini hanya ditempatkan di tengah.

Jika hendak ditempatkan di awal maka tidak bisa menggunakan temporal sederajat. Perlu menggunakan kata hubung atau konjungsi lain selain dari jenis sederajat. Apalagi kata hubung yang termasuk ke dalam jenis ini memang kurang tepat jika ditempatkan di awal dan akhir kalimat, justru akan membuat maknanya susah dipahami.

Oleh sebab itu, secara teknis penempatan konjungsi ini memang di tengah kalimat. Bisa ditulis langsung maupun ditulis setelah membubuhkan tanda koma di tengah kalimat yang perlu ditambahkan konjungsi ini. Contoh kata hubung yang termasuk di dalamnya adalah lalu, kemudian, selanjutnya, setelahnya, dan lain sebagainya.

Contoh Konjungsi Temporal Sederajat:

  • Sebelumnya
  • Sesudahnya
  • Selanjutnya
  • Kemudian
  • Lalu

Contoh Kalimat Konjungsi Temporal Sederajat:

  • Mereka lalu ke pergi ke pasar.
  • Sinta menyapu halaman, kemudian dia mengepel lantai.
  • Andi sedang menonton TV, sebelumnya dia sudah membersihkan kamarnya terlebih dahulu.
  • Ari sedang mengerjakan PR, sesudahnya dia dapat bermain dengan teman-temannya.
  • Ridwan sedang melakukan tes kesehatan mata, selanjutnya dia akan melakukan tes kesehatan gigi.
  • Sari mandi lalu sarapan bersama
  • Adik jatuh lalu
  • Bu RT kecopetan lalu ia lapor
  • Bibi mencucui baju lalu ia menjemurnya di bawah sinar matahai.
  • Keluarga Rahmad berlibur ke kebun binatang lalu ke pantai.
  • Paman mengetok pintu lalu dipersilahkan masuk dan
  • Ibu membaca koran kemudian berangkat
  • Aku membaca buku kemudian memahami isi buku tersebut.
  • Adik menangis kemudian ibu
  • Pak guru memberikan materi Bahasa Indonesia kemudian ia memberi tugas untuk murid-
  • Rani sedang menonton televisi, sebelumnya ia telah menggerjakan tugas
  • Rara sedang bermain game, sebelumnya dia sudah membaca
  • Ia akan pergi menjadi TKI ke luar negeri sebelumnya ia mengikuti kursus terlebih
  • Taufik berhasil menjadi juara nasional sebelumnya ia sempat gagal di tingkat
  • Dia adalah pengusaha kaya raya sebelumnya ia adalah buruh
  • Kak Ghani memasak kue lebaran sesudahnya membagikan kue untuk saudara-saudara.
  • Ferdi pergi ke rumah Ringgi sesudahnya ia main bola di lapangan depan
  • Dita menyelesaikan skripsinya sesudahnya ia akan
  • Anak-anak bermain sepak bola sesudahnya mereka akan bermain petak umpet.
  • Kakek sedang diperiksa di Unit Gawat Darurat (UGD), selanjutnya akan dipindah ke ruang kamar inap
  • Bibi mencuci bersih sayur yang sudah dikupas selanjutnya di rebus dan ditambahkan
  • Febby mengerjakan PR Bahasa Indonesia selanjutnya mengerjakan PR

2. Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

Jenis kedua dari konjungsi jenis temporal adalah konjungsi temporal tidak sederajat, dan memang kebalikan dari jenis sederajat yang dijelaskan di atas. Jenis konjungsi satu ini adalah kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan kalimat yang bertingkat atau tidak sederajat.

Jika konjungsi jenis sederajat ditempatkan pada kalimat sederajat, maka konjungsi jenis tidak sederajat ini ditempatkan di kalimat majemuk. Sedangkan untuk penempatan, jenis tidak sederajat lebih fleksibel sebab bisa ditempatkan di awal kalimat, di tengah, termasuk juga di akhir kalimat.

Adapun jenis atau contoh kata hubung yang termasuk kata hubung temporal tidak sederajat adalah sementara, sambil, bila, apabila, semenjak, ketika, tatkala, demi, dan lain sebagainya. Penggunaannya kemudian ditujukan untuk menghubungkan kalimat yang menunjukan tingkatan berbeda.

Kata konjungsi temporal tidak sederajat adalah kata konjungsi yang menghubungkan kalimat tidak setara, atau biasa disebut dengan kalimat bertingkat. Kata konjungsi temporal tidak sederajat dapat digunakan di awal, di tengah, maupun di akhir kalimat.

Contoh Konjungsi Temporal Tidak Sederajat:

  • Ketika
  • Sejak
  • Apabila
  • Sebelum
  • Hingga
  • Demi
  • Sementara
  • Sambil
  • Bila
  • Waktu
  • Saat

Contoh Kalimat Konjungsi Temporal Tidak Sederajat:

  • Abah menonton TV sambil meminum kopi.
  • Ade dibelikan sepeda apabila dia mendapat nilai 90 di ulangan.
  • Hasan demi membanti pengobatan ibunya, ia rela menjual sepeda motornya.
  • Semenjak dia menikah dengan Sari, kehidupannya menjadi lebih tenang.
  • Seraya memilih bunga, ia mencium satu persatu bunga yang akan ia
  • Sementara aku membereskan tempat tidur ibu menyiapkan
  • Aku menyetrika baju sementara ibu menonton televisi.
  • Sedari dulu aku sudah menginginkan dia menjadi
  • Aku menyukai sastra sedari aku masih kelas lima sekolah
  • Aku makan sambil menonton televisi.
  • Sambil menjaga toko kelonton, Ina membaca buku
  • Sebelum makan siswa taman kanak-kanak diajarkan mencuci tangan terlebih
  • Sebelum belajar fisika aku menyalin catatan
  • Tantri beranjak pulang sebelum tugas kelompok kita
  • Sejak 17 Agustus 1945 Indonesia mulai merdeka dari tangan
  • Aku dibelikan sepeda baru bila menjadi juara
  • Bila adik nakal, ayah tidak akan memberinya uang
  • Adik berhenti menangis apabila dibelikan permen coklat.
  • Apabila ayah berhenti merokok, ibu akan
  • Bilamana aku belajar pasti akan mendapat nilai
  • Ibu akan bahagia bilamana nenek sembuh dari sakit.
  • Sejak nenek datang dari desa aku tidur di
  • Rino berjualan mainan sejak ayahnya meninggal
  • Aku mengerjakan tugas sekolah sejak adik pulang
  • Demi bisa melanjutkan sekola, Fara membantu ibunya berjualan
  • Reny membantu ibunya mencuci pakaian demi mendapatkan uang saku
  • Ketika aku makan siang, ibu datang dari
  • Aku belajar ketika teman-temanku sedang
  • Aku menunggu Doni di depan gerbang sekolah hingga hujan
  • Semenjak aku pindah rumah teman-temanku selalu mampir ke rumah
  • Aku belajar fisika semenjak ayah pergi
  • Pak Tarno bekerja di perusahaan ayah sejak aku masih
  • Waktu kakek sedang menyiram tanaman, paman berangkat ke stasiun.
  • Edi memberiku sebuah kalung sewaktu akan berangkat ke luar
  • Manakala ibu datang, saya sedang belajar matematika.
  • Sang putri sedih manakala mendengar pangeran tertembak mati.
  • Dini mencuci pakaian sementara adiknya bermain
  • Sementara adik tidur siang, ibu membersihkan
  • Selama aku kuliah diluar kota, ibu
  • Aku berjanji setia mencintaimu selama aku masih bisa
  • Ibu menitihkan air mata tatkala melihat aku menjadi juara nasional bulu tangkis.
  • Tatkala Susi menceritakan pengalaman hidupnya, aku terharu
  • Adinda mulai menitihkan air mata seraya ia menjauh dari kafe dimana ia bertemu mantan

Contoh Kalimat Konjungsi Temporal

Berikut ini terdapat beberapa contoh kalimat dari konjungsi temporal, antara lain:

  • Ayah membeli buku di toko buku sebelumnya ayah bekerja terlebih dahulu
  • Kakak nonton Tv sebelumnya ia telah mengerjakan PR.
  • Raisa memetik bunga setelahnya ia pasang di sela-sela telinganya.
  • Ia tidak sengaja menginjak kaki temannya setelahnya ia meminta maaf.
  • Kami berkunjung ke rumah nenek selanjutnya berkunjung ke rumah paman
  • Kita menuju ke pulau Bali selanjutnya menuju ke pulau Komodo
  • Siang ini kami belajar matematika kemudian belajar bahasa inggris
  • Pak Tani memanen Padi kemudian mengolahnya.
  • Setelah sholat subuh lalu aku senam pagi.
  • Setelah mencuci baju lalu kami mencuci motor
  • Sejak matahari tenggelam kami menuju ke perkemahan
  • Apabila kita ingin menjadi orang sukses maka harus beerja keras.
  • Sebelum kita berangkat perjalanan alangkah baiknya berdoa dahulu.
  • Hingga saat ini kita masih betah tinggal disini
  • Demi menjaankan tugas dengan baik, ia rela meninggalkan istrerinya untuk sementara.
  • Sementara menunggu waktu buka puasa kami berjalan-jalan keliling kota.
  • Sambil menunggu datangnya adzan kita membaca buku.
  • Adik menangis bila mainannya direbut.
  • Kakak menangis waktu handphonennya hilang.
  • Kami istirahat sejenak waktu adzan berkumandang.

Sumber:

  • dosenpendidikan.co.id/konjungsi-temporal/
  • penerbitbukudeepublish.com/konjungsi-temporal/

Trending Now