Pengertian Kemiskinan Menurut Para Ahli

Pengertiannya tentang kemiskinan yang ada di masyarakat, yaitu sebagai berikut :

Pengertian Kemiskinan Menurut Para Ahli

Soerjono Soekanto

Ia menjelaskan bahwa kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak dapat dan tidak sanggup dalam memelihara dirinya sendiri.

Dengan suatu taraf kehidupan kelompok, dan juga ia tidak mampu memanfaatkan tenaga mental, maupun fisiknya dalam kelompok tersebut di masyarakat.

Amartya Sen

Dia menyampaikan bahwa seseorang dikatakan miskin bila mengalamai capability deprivation dimana seseorang tersebut mengalami kekurangan kebebasan yang substantif.

Levitan

Baginya mengatakan bahwa kemiskinan adalah kekurangan barang barang dan pelayanan pelayanan yang dibutuhkan untuk mencapai suatu standar hidup yang layak di masyarakat.

Futurchman dan Marcelinus Moko

Mereka memberikan pendapatnya bahwa kemiskinan adalah ketidakmampuan individu atau rumah tangga yang ada untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut.

Suparlan

Ia menyebutkan kemiskinan diartikan sebagai suatu standar tingkat hidup yang rendah yaitu adanya suatu tingkat kekurangan materi pada sejumlah.

Maupun pada segolongan orang dibandingkan dengan standar kehidupan yang umum berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan.

Reitsma dan Kleinpenning

Mereka menjelaskan kemiskinan sebagai ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya, baik yang bersifat material dan non material.

Friedman

Ia mengatakan bahwa kemiskinan adalah ketidaksamaan kesempatan untuk memformulasikan basis kekuasaan sosial.

Meliputi aset (tanah, perumahan, peralatan, dan kesehatan), sumber keuangan (pendapatan dan kredit yang memadai).

Kemudian, organisasi sosial politik yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai kepentingan bersama, jaringan sosial untuk memperoleh pekerjaan, barang, dan jasa.

Selanjutnya, ada pengetahuan atau keterampilan yang memadai dan informasi yang berguna bagi seseorang tersebut.

Oscar Lewis

Ia menyampaikan orang orang miskin adalah kelompok yang mempunyai budaya kemiskinan sendiri yang mencakup karakteristik psikologis sosialnya dan ekonomi.

Drewnowski

Menurut dia menyebutkan bahwa dengan mengunakan indikator indikator sosial untuk mengukur tingkat tingkat kehidupan.

Ia menjelaskan ada tiga tingkatan kebutuhan untuk menentukan tingkatan kehidupan seseorang yaitu sebagai berikut :

  • Kehidupan fisik dasar meliputi gizi, nutrisi, perlindungan dan perumahan serta kesehatan
  • Kebutuhan budaya dasar bisa meliputi pendidikan, hiburan, rekreasi dan jaminan sosial
  • High income yaitu meliputi pendapatan yang surplus atau lebih

United Nations Development Program (UNDP)

Lembaga ini mengatakan bahwa kemiskinan sebagai ketidakmampuan untuk memperluas pilihan pilihan dalam hidup.

Antara lain seperti dengan memasukan penilaian tidak adanya partisipasi dalam pengambilan keputusan publik sebagai salah satu indikator kemiskinan.