Jelaskan perkembangan jalur transportasi dan perdagangan internasional

Jelaskan perkembangan jalur transportasi dan perdagangan internasional di Indonesia!
Jawab:
Perkembangan jalur transportasi.
·Berdasarkan buku The Periplus of the Erythraean Sea, kapal dari Indonesia sudah terlihat berlabuh di Teluk Benggala pada tahun 50–150 M. Hal ini menunjukkan bahwa memang masyarakat Indonesia sejak dahulu sudah mengarungi laut untuk berdagang.
·Melalui pelabuhan Jawa pula, rempah-rempah dari kawasan timur Nusantara dikirim ke Tiongkok. Sementara itu, melalui pelabuhan Tuban, barang-barang seperti keramik dan sutra dari Tiongkok dan berbagai jenis kain dari India masuk ke Nusantara.
·Selain pelabuhan-pelabuhan di Jawa, banyak juga pelabuhan di luar Jawa yang ramai dikunjungi oleh para pedagang. Contohnya Aceh, Ternate, Tidore, Bacan, Jailolo (Halmahera), dan Makassar. Para pelaut Makassardan Bugis telah melakukan pelayaran ke seluruh perairan Nusantara dan negara lain, seperti Kedah, Kamboja, dan Filipina.
·Di kawasan Banda, Inggris membangun jalur kolonial dunia yang menghubungkan Batavia, Ambon, Malaka, Manila, Taiwan, Makau, Hongkong, San Salvador, dan Nagasaki.
Perdagangan internasional di Indonesia
·Kerajaan Sriwijaya mencapai kejayaan pada abad ke-6 sampai dengan 10 M. Kerajaan ini menguasai seluruh jalur perdagangan maritim di Asia Tenggara. Sriwijaya menjadi pengendali jalur perdagangan antara India dan Tiongkok sebagai negara benua yang kaya akan komoditas perdagangan.
·Setelah Kerajaan Sriwijaya runtuh, muncul Kerajaan Majapahit sebagai kerajaan maritim besar di Jawa. Setelah penyatuan Nusantara oleh Majapahit, aktivitas ekonomi maritim berkembang pesat. Kerajaan Majapahit memberdayakan perairan di Nusantara sebagai jalur perdagangan ekonomi, kerja sama antarnegara, pertukaran budaya, dan pertahanan dan keamanan.
·Setelah Kerajaan Majapahit runtuh, Demak berkembang menjadi pusat ekonomi maritim di Nusantara. Pada zaman kejayaan kerajaan Islam Demak, banyak kota pelabuhan di sepanjang pantai utara.
·Kemunduran terbesar Indonesia sebagai bangsa maritim terjadi pada saat VOC mulai menguasai jalur perdagangan terpenting di Nusantara. Pada masa penjajahan Belanda, KPM (Koninklijke Paketvaart-Maatschappij) sebagai perusahaan kapal angkut Kerajaan Belanda berperan penting dalam ekonomi maritim. Perusahaan ini membangun jaringan kapal ke titik-titik terpencil Nusantara dari Sabang sampai Merauke. Pada masa pendudukan Jepang, jaringan pelayaran antarpulau diambil alih dan dikuasai oleh Jepang.
—————-#—————-